24 Agustus 2010

Ada Tetesan Setelah Tetesan Terakhir


Pasar malam dibuka di sebuah kota . Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.
Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini.
Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping.

Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir.

‘Hingga tetes terakhir’, pikirnya.

Manusia kuat lalu menantang para penonton: ‘Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!’
 

Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras… dan menekan sisa jeruk… tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum sambil berkata : ‘Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?’

Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. ‘Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung.’ Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.

Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras… dan ‘ting!’ setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung.

Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.

Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, ‘Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu.

Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?’

‘Begini,’ jawab wanita itu, ‘Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku.

Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku’.
Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan.

Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes rezeki dari Tuhan untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan rahmat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada Tuhan yang senantiasa mengasihiku. Dan betapa seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerima hal tersebut. Terus berusaha dan bersyukurlah!


22 Agustus 2010

PIKIRAN YANG MEMBENTUK HIDUP KITA





Tina berteriak dengan histeris dan melompat terkejut ketika menemukan bahwa ada tikus melewati dirinya. Ia terlihat shock dan mengigil menemukan sebuah tikus melewati dirinya kurang dari 1 meter. Tikus tersebut merupakan tikus rumah berwarna hitam yang terkadang kita temukan di jalan ketika hari menjelang malam.

Mengapa ia sangat takut melihat tikus berada di dekatnya? Tikus tersebut tidak mengigitnya atau berlari ke arah kakinya.. Namun anehnya, ia shock seperti orang yang benar-benar mengalami ketakutan yang besar. Tikus tersebut membuat takut dirinya tetapi tikus yang sama tidak memberikan ketakutan apapun kepada saya ataupun teman-teman saya yang lain.

Banyak orang menjalani hidup dengan sebuah pandangan yang salah terhadap sesuatu. Mereka melihat masalah yang sebetulnya tidak eksis. Mereka merasa seperti ketakutan ketika mereka baik-baik saja dan mereka melihat hal kecil dan membesarkannya sehingga menjadi krisis besar.

Ingat "Perception is reality". Cara Pandang adalah sebuah realitas. Seperti cerita diatas, bukanlah tikus tersebut yang salah. Tidak ada yang salah sama sekali dengan tikus tersebut. Namun, cara pandang terhadap tikus tersebut bagi diri masing-masinglah yang berbeda. Tina melihat tikus sebagai ancaman besar bagi kehidupannya.

Tetapi banyak orang tidak mengerti akan hal ini. Mereka cenderung berpikir bahwa itu adalah tentang "apa yang ada diluar" ... sesuatu yang datang kepada mereka yang membuat mereka bangkrut, sakit, tidak bahagia, tidak sehat... Anda mendapatkan idenya bukan?

Mereka tidak tahu mengenai "5 Kata Magis"

PIKIRAN ANDA MEMBENTUK HIDUP ANDA.
Dengarkan baik-baik. Apa yang Anda lihat di dalam hidup (di dunia diluar) diciptakan oleh apa yang Anda LIHAT di dalam dunia Anda terlebih dahulu (apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda rasakan, dan apa yang Anda visualisasikan dalam pikiran Anda).

Jadi jikalau Anda melihat di dalam kehidupan, Anda merasa seperti Anda tidak maju, merasa bahwa Anda selalu bangkrut atau Anda tidak dapat mendapatkan kesuksesan yang Anda inginkan.. Anda harus merubah BAGAIMANA cara Anda memandang segala sesuatu. Karena ketika Anda mengubah cara pandang Anda terhadap segala sesuatu, segala sesuatu yang Anda lihat akan berubah.

Maka jikalau lain kali Anda merasa diri Anda di dalam situasi dimana Anda berpikir seperti:
* Ini tidaklah cukup
* Saya tidak sanggup membayar ini
* Saya tidak akan pernah bisa maju
* Saya tidak cukup baik
* Saya tidak bisa menemukan cinta sejati

Sadari bahwa ini adalah masalah "persepsi" dan PILIHAN untuk melihat hidup Anda dalam kesuksesan dan kemakmuran, mengetahui bahwa Anda tidak akan kekurangan sesuatu apapun juga... ini adalah persepsi Anda.
Karena ketika Anda memulai membayangkan apa yang Anda inginkan dibandingkan dengan apa yang tidak Anda inginkan.. Sesuatu yang luar biasa akan terjadi.

Sama seperti cerita diatas, jikalau Anda ingin menghilangkan ketakutan Anda dalam tikus atau segala sesuatu.. Anda harus mencari tahu terlebih dahulu mengapa Anda takut dan rubahlah cara pandang Anda terhadap ketakutan Anda...

12 Agustus 2010

MARI MEMAAFKAN


Seorang Ibu Guru TK mengadakan "permainan". Ibu Guru menyuruh anak-anak tiap murid'nya membawa kantong plastik transparan 1 buah & kentang. Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama org yg dibenci. Sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan harus berapa banyak tergantung jumlah orang yang dibenci.

Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5. Seperti perintah guru mereka, tiap-tiap kentang diberi nama sesuai nama orang yang dibenci. Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap. Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

Ibu Guru: "Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu?"

Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut ke manapun mereka pergi. Guru pun menjelaskan apa arti dari " permainan " yang mereka lakukan.

Ibu Guru: "Seperti itulah kebencian yg selalu kita bawa-bawa apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain.
Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemanapun kita pergi. Itu hanya 1 minggu, bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup ?

Alangkah tidak nyamannya ...

Krn itu, lepaskanlah pengampunan kepada orang yang Anda benci. Karena ketika anda tidak mau mengampuni, anda seperti sedang memegang bola api yang panas. Semakin anda tidak mau melepaskan bola api itu, anda sendiri yang akan merasakan sakitnya. Karena itu tidak ada jalan lain kecuali memberikan pengampunan.

Mari mulai dari sekarang kita saling memaafkan

14 Juni 2010

Betapa Pentingnya Kemampuan Menjual




Apakah Anda mengenal Van Gogh dan Pablo Picasso? keduanya adalah pelukis terkenal yang lukisannya laku terjual 40 - 50 milyar. Van Gogh dia adalah salah seorang pelukis ternama sepanjang sejarah. Salah satu lukisan Van Gogh yang berjudul L' Arlesienne, Madame Ginoux terakhir bisa laku USD40 juta. Namun,tahukah Anda bahwa seumur hidupnya dia tidak bisa menjual satu lukisan sekali pun.

Begitu miskinnya sampai dia harus membeli bensin untuk kendaraannya dengan menukarkan salah satu lukisan (yang kini mungkin sudah bernilai miliaran rupiah ). Sebegitu parah sampai akhirnya seumur hidup dia tidak menikah. Van Gogh pernah mencoba berpacaran dengan seorang wanita, tapi ditolak. Van gogh pernah menaksir seorang pelacur dan ternyata sang pelacur pun menolak saat diajak menikah. Apa yang terjadi?  Van Gogh mencoba memotong telinganya kemudian membungkusnya dengan sapu tangan dan menyerahkan telinga itu kepada pelacur tersebut sebagai tanda bukti cintanya. Tapi, apa yang terjadi?

Ternyata pelacur itu justru ketakutan dan tidak mau menerimanya. Pernahkah Anda tahu seorang bernama Pablo Piccaso? Yang lukisannya (secara pandangan masyarakat awam) mungkin relatif kurang bagus dibandingkan lukisan Van Gogh? Namun, Pablo Piccaso sangat ahli dalam menjual.Dia sering menggelar pameran di hotel-hotel terkenal dengan mengundang gubernur, artis-artis terkenal, dokter, pengusaha,dan orang-orang terkenal lain.Pada saat itu,seorang artis mau hadir (mungkin pertama-tama bukan karena lukisan Pablo Piccaso), tapi antara lain karena ingin bertemu gubernur, dokter ingin bertemu artis, pengusaha ingin bertemu gubernur, dan seterusnya, sehingga akhirnya banyak kalangan berkelas yang hadir dalam berbagai acara pameran lukisannya.

Pablo mengundang satu per satu tamu untuk melihat lukisannya di suatu tempat eksklusif tertentu, kemudian dia bertanya kepada tamu istimewa itu. "Bapak adalah dokter bedahpertamayang saya beri kesempatan untuk melihat dan menilai karya seni saya,kirakira berapa harga lukisan ini yang layak untuk Anda?"Tentu saja orang-orang yang mempunyaistatusekonomidan sosial yang tinggi tersebut akan memberikan nilai yang tinggi terhadap lukisan itu. Demikian seterusnya,semua tamu undangan diundang secara eksklusif dan diminta komentar serta perkiraan harganya.

Setelah itu mereka dikumpulkan oleh Pablo Piccaso untuk dipertemukan dalam forum dan diberitahukan berapa harga yang diberikan pada lukisannya oleh para tamunya.Karena lukisannya hanya satu, terjadilah persaingan di antara paratamuundanganuntukdapatmemberikan harga setinggi mungkin pada lukisan tersebut agar dapat memilikinya.

Dengan demikian Pablo mampu mendapatkan harga yang tinggi dari setiap lukisan. Karena begitu pandai menjual, kendati lukisannya kurang menarik, Pablo berhasil menjual begitu banyak lukisan dengan harga tinggi.Dia akhirnya mampu menjadi pelukis terkaya pada saat masih hidup.Salah satu lukisannya yang berjudul Dora Maar with Catkini diperkirakan bernilai USD50 juta.Lantas,karena begitu ahlinya,baik dalam menjual lukisan maupun "menjual diri",dia berhasil meyakinkan istrinya sehingga mempunyai istri simpanan tanpa membuat istri pertamanya marah.

Pelajarannya adalah, tidak peduli seberapa bagus produk Anda,tidak peduli sampai Anda memotong telinga, kalau Anda tidak tahu cara menjual, produk atau diri Anda tidak akan laku. Kemampuan menjual tidak hanya untuk para marketing bahkan seorang nabi dan rasulpun harus memiliki kemampuan "menjual" agar umatnya mau bertakwa kepada Tuhannya. Mari kita belajar "menjual" sejak dini, minimal ide dan gagasan kita agar hidup menjadi lebih baik.

21 Mei 2010

KENAPA KITA HARUS TERUS BELAJAR ?



Salah satu unsur penting dalam Manajemen Diri adalah membangun kebiasaan untuk terus-menerus belajar atau menjadi manusia pembelajar yang senantiasa haus akan informasi dan pengetahuan. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Henry Ford, pendiri General Motors yang mengatakan, ”Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty. Anyone who keeps learning stays young. The greatest thing in life is to keep your mind young.”
Tidak peduli berapa pun usia kita, jika kita berhenti belajar berarti kita sudah tua, sedangkan jika senantiasa belajar kita akan tetap awet muda. Karena hal yang terbaik di dunia akan kita peroleh dengan memelihara pikiran kita agar tetap muda. Namun sayangnya, sebagian besar kita tidak pernah punya waktu untuk BELAJAR.
Alasan utama yang sering kita sampaikan adalah kesibukan pekerjaan. Kita terjebak dalam rutinitas dan tekanan pekerjaan sehingga tidak memiliki kesempatan untuk mengasah gergaji kita, seperti yang diceritakan oleh Stephen Covey dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People sebagai berikut:
Andaikan saja Anda bertemu seseorang yang sedang terburu-buru menebang sebatang pohon di hutan. ”Apa yang sedang Anda kerjakan? Anda bertanya. ”Tidak dapatkah Anda melihat?” demikian jawabnya dengan tidak sabar. ”Saya sedang menggergaji pohon ini.” ”Anda kelihatan letih!” Anda berseru. ”Berapa lama Anda sudah mengerjakannya?” ”Lebih dari lima jam,” jawabnya, ” dan saya sudah lelah! Ini benar-benar kerja keras.” ”Nah, mengapa Anda tidak beristirahat saja beberapa menit dan mengasah gergaji itu?” Anda bertanya. ”Saya yakin Anda akan dapat bekerja jauh lebih cepat.” ”Saya tidak punya waktu untuk mengasah gergaji,” orang itu berkata dengan tegas. ”Saya terlalu sibuk menggergaji.”
Bahkan menurut Covey, kebiasaan mengasah gergaji merupakan kebiasaan yang paling penting karena melingkupi kebiasaan-kebiasaan lain pada paradigma tujuh kebiasaan manusia efektif. Kebiasaan ini memelihara dan meningkatkan aset terbesar yang kita miliki yaitu diri kita. Kebiasaan ini dapat memperbarui keempat dimensi alamiah kita—fisik, mental, spiritual, dan sosial/emosional. BELAJAR merupakan salah cara kita untuk memperbaiki dan meningkatkan keefektifan diri kita. Meskipun kita memiliki ”keterbatasan waktu”, kita tetap perlu mengasah gergaji kita.
Memahami gaya belajar pribadi Anda akan dapat meningkatkan kinerja dan prestasi Anda. Anda akan mampu menyerap informasi lebih cepat dan mudah. Anda dapat mengidentifikasi dan mengapresiasi cara yang paling Anda sukai untuk menerima informasi. Anda akan bisa berkomunikasi jauh lebih efektif dengan orang lain dan memperkuat pergaulan Anda dengan mereka.


12 April 2010

Ketika menerima sesuatu yang buruk, ingatlah saat-saat ketika kita menerima yang baik


Arthur Ashe adalah petenis kulit hitam dari Amerika yang memenangkan tiga gelar juara Grand Slam : US Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon (1975).


Pada tahun 1979 ia terkena serangan jantung yang mengharuskannya menjalani operasi bypass. Setelah dua kali operasi, bukannya sembuh ia malah harus menghadapi kenyataan pahit, terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang ia terima.


Seorang penngemarnya menulis surat kepadanya, "Mengapa Tuhan memilihmu untuk menderita penyakit itu?"

Ashe menjawab, "Di dunia ini ada 50.000.000 orang yang ingin bermain tenis,

Diantaranya 5.000.000 orang yang bisa belajar bermain tenis,

500.000 orang belajar menjadi pemain tenis profesional,

50.000 datang ke arena untuk bertanding,


5.000 mencapai turnamen Grandslam,

50 orang berhasil sampai ke Wimbledon ,

4 orang berlaga di semifinal,

Dan hanya dua orang yg berlaga di final.

Ketika saya menjadi juara dan mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan : "Mengapa saya?",

Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan : "Mengapa saya?"

Sadar atau tidak, kerap kali kita merasa hanya pantas menerima hal-hal baik dalam hidup ini : kesuksesan, karier yang mulus, kebahagiaan dan kesehatan.
Ketika yang kita terima justru sebaliknya : penyakit, kesulitan, penderitaan dan kegagalan, seringkali kita menganggap Tuhan tidak adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat Tuhan.

Tetapi tidak demikian. Ashe berbeda dengan kebanyakan orang. Itulah cerminan hidup beriman : tetap teguh dalam pengharapan, walau ada beban hidup yang menekan.

Ketika menerima sesuatu yang buruk, ingatlah saat-saat ketika kita menerima yang baik.
 
 

07 April 2010

Bersyukur atau Mengeluh


Penjual daging melihat seekor anjing ditokonya dan mengusirnya, ..
tapi anjing itu kembali lagi, ia menghampiri anjing itu dan melihat ada catatan dimulutnya : "Tolong sediakan 12 sosis, uangnya dimulut anjing ini. Sipenjual melihat ada uang Rp. 50.000, diambilnya uang itu, ia memasukkan sosis kekantung plastik dan diletakkan dimulut anjing itu.
Sipenjual sgt terkesan.

Kebetulan saat itu waktu tutup toko, ia menutup toko dan mengikuti si anjing yang berjalan ketempat penyeberangan. Si anjing meletakkan plastiknya, melompat dan menekan tombol penyeberangan, kemudian menunggu lampu hijau dan ia menyeberang. Anjing tersebut sampai dihalte bus dan melihat papan informasi kemudian duduk. Sebuah bus datang, si anjing melihat no bus, kemudian kembali duduk. Bus lain datang, yakin bus benar, si anjing naik! Sipenjual kagum mengikuti anjing itu. Akhirnya si anjing berjalan kedepan, ia berdiri dengan kedua kakinya dan menekan tombol agar bus berhenti. Kemudian ia keluar dan berhenti depan rumah serta meletakkan kantung plastik. Kemudian ia membenturkan dirinya kepintu rumah tsb.

Sipenjual melihat seorang pria membuka pintu dan langsung memukuli menendang serta menyumpahi anjing tersebut! Sipenjual berlari untuk menghentikan pria tersebut,

"Apa yg kau lakukan? Anjing ini sangat jenius"...Pria itu menjawab: "Kau bilang anjing ini pintar? Dalam minggu ini sdh 2x anjing ini lupa membawa kunci!!"

Mungkin hal serupa sering terjadi dikehidupan kita. Sesuatu yg bagi kita tidak memuaskan, mungkin sesuatu yang sangat luar biasa bagi orang lain.

Yang membedakan hanyalah seberapa besar penghargaan kita. Pemilik anjing tidak menghargai kemampuan si anjing dan hanya terfokus pada kesalahannya! Sebaliknya, pemilik toko menganggap anjing tersebut luar biasa pintar! Kita tidak menyadari bahwa setiap harinya kita punya 2 pilihan,..hendak mengeluh atas berbagai hal yang kurang memuaskan,.. atau bersyukur atas berbagai karunia yg telah kita terima..?
Semua itu tergantung kita sebagai manusia memandang permasalahan tersebut..

.

25 Maret 2010

Surat Seorang Gadis Kepada Ayahnya



Di suatu pagi yang cerah, tapi ngga seperti hati seorang ayah yang memeriksa kamar puteri yang terlihat  sangat rapi..(tumben, batin ayahnya) dan menemukan sepucuk surat di atas tempat tidur dengan amplop bertuliskan “Untuk Ayahanda Tercinta”..dengan penuh was-was dan tangan gemetar, sang ayah membuka amplop dan membaca isi suratnya.


Dengan perlahan dan penuh seksama sang ayah mulai membaca…

Ayah tercinta,
Aku menulis surat ini dengan perasaan sedih dan sangat menyesal. Saat ayah membaca surat ini, aku telah pergi meninggalkan rumah.

Aku pergi bersama kekasihku, dia cowok yang baik. setelah bertemu dia, ayah juga pasti akan setuju meski dengan tatto2 dan piercing yang melekat ditubuhnya, juga dengan motor bututnya serta rambut gondrongnya.

Dia sudah cukup dewasa meskipun belum begitu tua (aku pikir jaman sekarang 42 tahun tidaklah terlalu tua).

Dia sangat baik terhadapku, lebih lagi dia ayah dari anak di kandunganku saat ini. Dia memintaku untuk membiarkan anak ini lahir dan kita akan membesarkannya bersama.

Kami akan tinggal berpindah-pindah, dia punya bisnis perdagangan extacy yang sangat luas, dia juga telah meyakinkanku bahwa marijuana itu tidak begitu buruk. Kami akan tinggal bersama sampai maut memisahkan kami. Para ahli pengobatan pasti akan menemukan obat untuk AIDS jadi dia bisa segera sembuh. Aku tahu dia juga punya cewek lain tapi aku percaya dia akan setia padaku dengan cara yang berbeda.

Ayah.. jangan khawatirkan keadaanku. Aku sudah 15 tahun sekarang, aku bisa menjaga diriku. Salam sayang untuk kalian semua.

Oh iya, berikan bonekaku untuk adik, dia sangat menginginkannya

Sang Ayah wajahnya merah padam,dengan perasaan campur aduk..ada marah..emosi..tapi kekawatiran dan penyesalan jg terlihat dari sorot matanya.

Ternyata masih ada lembar kedua yg belum terbaca.

Nb :
Ayah, .. tidak ada satupun dari yang aku tulis diatas itu benar, aku hanya ingin menunjukkan bahwa masih ada ribuan hal yg lebih mengerikan daripada nilai rapotku yg banyak angka merahnya itu…….
Kalau ayah sudah menandatangani rapotku diatas meja, panggil aku ya…
Aku ada di tetangga sebelah.

Tidak seperti kebanyakan ayah yang sedih melihat rapor anaknya yang buruk, hati ayah justru berbunga-bunga karena ia tidak kehilangan anaknya. Memang kali ini, keterlaluan sekali becanda anak gadisnya!

Sahabat, Cerita ini sebenarnya adalah mengajarkan kita tentang seni bersyukur dan seni berkomunikasi dengan diri. Kalau Anda ingin bersyukur atas kesulitan yang kita terima maka kita sebaiknya membayangkan kesulitan lebih besar yang mungkin bisa kita alami. Dengan demikian kita bisa menghindari diri dari stres atau kegalauan yang berkepanjangan.
Masalah kekecewaan hati atau rasa tidak bersyukur biasanya tidak berhubungan dengan uang tapi lebih karena penerimaan hati. Orang yang tidak bersyukur biasanya FOKUS PADA YANG TIDAK DIPUNYAI
sedangkan ORANG BERSYUKUR FOKUS PADA YANG DIMILIKI.

Kita bisa melihat anak kampung bahagia main layang layang yang 1 set berharga tidak lebih dari Rp 5000.
Tapi anak orang kaya ngambek pada orang tuanya padahal baru dibelikan pesawat remore control seharga 5 juta. Kenapa? Karena anak kaya itu suka dengan yang model baru seharga 15 juta.

Ada anak kaya yang ngambek pada orang tuanya karena link internet putus satu hari karena lupa bayar bulanan, padahal ia sudah beruntung bisa mengakses internet selama 29 hari sebelumnya.

Memang apa yang dilakukan si gadis pada Ayahnya agak keterlaluan, tapi itu gambaran dramatis tentang bagaimana bisa membuat diri kita bersyukur apa adanya.

Sudahkan Anda bersyukur hari ini?

15 Februari 2010

BANGUNLAH JEMBATAN JANGAN TEMBOK

 
Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka terjebak ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah kali pertama mereka bertengkar demikian hebatnya. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan. Saling meminjamkan peralatan pertanian. Dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan. Namun kerjasama yang akrab itu kini retak.

Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.

Suatu pagi, datanglah seseorang mengetuk pintu rumah sang kakak. Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu. Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan,? kata pria itu dengan ramah. ?Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan.?
Oh ya !? jawab sang kakak.
Saya punya sebuah pekerjaan untukmu.?
Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana. Itu adalah rumah tetanggaku, ah sebetulnya ia adalah adikku.

Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan bulldozer lalu mengalirkan Airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang Memisahkan tanah kami. Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, Tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku Sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin melupakannya.

Kata tukang kayu, Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan. Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat tuan merasa senang.?
Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai Kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu.

Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian. Sepanjang hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku. Di sore hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru Saja menyelesaikan pekerjaannya. Betapa terbelalaknya ia begitu melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar kayu sebagaimana yang dimintanya.

Namun, yang ada adalah jembatan melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang Pertanian adiknya.

Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi.

Dari seberang sana, terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki Jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar. Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu.
Maafkan aku? kata sang adik pada kakaknya. Dua bersaudara itu pun bertemu di tengah-tengah jembatan, Saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi.
Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu,pinta sang kakak.
Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini,? kata tukang kayu,
tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan.?




09 Februari 2010

Kisah Sekeping Talenta Emas


Lelaki berjanggut panjang keperakan itu memang memancarkan kewibawaan yang besar. Ia tampak duduk tenang dengan mata terpejam. Tangan kirinya terlihat menggenggam sebuah tongkat kayu bersisik berwarna coklat kehitaman. Dihadapan lelaki berjubah putih itu, sekumpulan orang-orang yang membentuk setengah lingkaran, duduk berkeliling. Mereka semua tampak menundukkan kepala.

Azarya, sang guru nan bijaksana, pengajar para raja dan pejabat istana, kembali mengumpulkan murid-muridnya. Tetapi tidak seperti hari-hari yang lain, dimana mereka biasa berkumpul di pinggir sungai, bukit atau pelataran istana. Hari ini mereka berkumpul dekat sebuah kandang ternak. Tidak ada seorang pun yang tahu rencana hati Azarya. Diantara lenguhan dan bau ternak, guru dan murid itu, terdiam dengan penuh hikmat.

Perlahan-lahan sang guru mengangkat tangannya. Satu keping talenta emas tampak di terjepit diantara ibu jari dan telunjuk beliau. Benda itu terlihat semakin berkilau ditimpa cahaya matahari.
Para murid bergumam tidak mengerti.

“Anak-anak ku”, sang guru pun mulai bersabda, ”Siapakah dari antara kalian yang menginginkan benda ini, jika saja aku mau memberikannya ?”.

Kini semua mata memandang kearah ujung jari Azarya. Sekeping talenta emas. Nilainya setara dengan bayaran seratus hari kerja orang upahan. Sama sekali bukan jumlah yang sedikit. Serta merta belasan orang dalam kumpulan itu mengangkat tangannya. “Saya guru…saya guru …!!”, seru mereka.

Sesaat Azarya tersenyum mengelus janggut nya. “Hanya orang yang telah kehilangan akal sehatnya yang akan menolak pemberian satu keping talenta emas ini”, lanjut nya sambil menurunkan tangan.

Kemudian tangan kiri Azarya bergerak mengambil sebuah mangkuk kecil didepannya. Cairan kermizi yang berwarna merah pekat tampak mengisi separuh mangkuk itu. Perlahan-lahan keping emas itu dicelupkannya ke dalam mangkuk, hingga beberapa saat.

“Masihkah kalian menginginkan benda ini ?”, tanya Azarya sambil kembali mengacungkan keping emas yang telah berubah warna itu.
“Tentu, guru !”, jawab para murid serempak.

Azarya memandangi kepingan berwarna merah pekat di tangan nya, tiba-tiba ia membuang keping emas itu kepermukaan tanah sepelempar batu jauhnya. Beberapa muridnya terlihat menggeser tempat duduknya menjauh.

“Kau !”, tunjuk sang guru ke arah salah satu muridnya,”Tampillah ke muka”. Orang yang ditunjuk segera menaati perintah gurunya.
”Ludahi keping emas itu !”, perintah sang guru.

Murid itu tampak ragu, ia memandang bergantian ke arah keping emas itu dan guru nya memastikan apa yang didengarnya.

”Lakukan apa yang ku perintahkan”, kata Azarya sambil tersenyum.
Segera setelah muridnya meludahi keping emas itu, Azarya kembali bertanya, “Masihkah kalian menginginkan talenta itu ?”.
 “Tentu saja guru”, kembali terdengar jawaban dari arah para murid.
“Jika demikian baiklah, kau bertiga ludahi lagi dan injak-injak keping emas itu !!”, perintah Azarya.

Ketiga orang itu pun melakukan persis seperti yang gurunya perintahkan. Sekarang keping emas itu telah berubah rupa. Permukaannya yang tadinya berkilau kini tak lebih merupakan benda kotor yang sangat menjijikkan. Azarya berdiri, mengibaskan jubahnya, kemudian berjalan menghampiri keping emas itu. Sesaat ia memandangi benda itu, kemudian ikut meludahinya.

“Anak-anakku, lihatlah benda yang menjijikkan itu.”, kata Azarya sambil memandangi wajah-wajah mereka,”Masihkah ada seseorang diantara kalian yang menginginkannya ?”.

Murid-murid saling berpandangan satu sama lain, beberapa diantara mereka tampak mengangguk-angguk. “Tentu Guru kami semua masih menginginkannya” , jawab mereka serempak. Mendengar jawaban para murid, Azarya mengambil sebuah capit dari kayu. Ia memungut benda itu dan mengangkatnya tinggi-tinggi.

“Kini dengarkanlah anak-anakku”, sang guru pun bersabda,”kalian dan siapa pun akan tetap menginginkan keping emas itu, karena apapun keadaan yang mata kalian lihat, sekeping talenta emas, tetaplah sekeping talenta emas !”

Murid-muridnya terlihat saling berpandangan, sebagian dari mereka tampak mengangguk-angguk membenarkan perkataan sang guru.

“Serupa dengan keping talenta emas ini”, Azarya melanjutkan,” diri kalian pun, senista, secacat, sehina apapun, tetaplah mulia dan berharga. Kemiskinan, kecacatan, keadaan terkeji sekalipun tidaklah sanggup mengubah nilai seorang manusia. Manusia telah diciptakan demikian mulia !”

Azarya memandangi murid-murid nya lekat-lekat, setelah itu ia berjalan ke arah kandang ternak yang berada tak jauh dari mereka. Murid-muridnya segera bangkit, mengikuti guru mereka dari belakang.

“Seperti apa yang ku janjikan kepada kalian.”, kata Azarya sambil menoleh,”Aku akan memberikan keping talenta emas ini kepada siapa pun yang mengingingkannya. “
Mata murid-murid Azarya tampak berbinar.
”Ambilah !”.
Dengan satu gerakan, Azarya melemparkan keping emas itu ke dalam tumpukan kotoran ternak yang tampak menggunung. Segera saja keping talenta emas itu membenam tak terlihat.

Belum lagi Azarya menjauh dari tempat itu, murid-muridnya yang berjumlah belasan itu merangsek masuk ke dalam kandang. Mereka saling mendorong, berdesakan, saling himpit. Tidak sedikit dari mereka yang terinjak-injak oleh temannya sendiri Beberapa orang malah terlihat bergulat diantara kotoran ternak. Yang lain terlihat saling tinju dan saling hantam. Bak dihajar angin puting beliung, serta merta kandang yang semula aman damai itu jadi begitu berantakan. Lembu, kambing, domba berlarian keluar. Pagar kayu dan dinding kandang rusak berat.

Azarya sesaat membiarkan kerusuhan itu terjadi, hingga ia merasa waktunya cukup.
“Hentikan !”, seru sang guru.
Dan perkelahian itu pun serta merta berhenti.

“Rupanya kalian belum juga mengerti. Barangsiapa bertelinga hendaklah mendengar ! Camkanlah apa yang ku katakan kepadamu hari ini dan belajarlah darinya.”

Azarya segera menghampiri murid-muridnya yang berlumuran kotoran hewan.

”Sang Khalik, Pencipta kita, mengerti benar betapa berharga diri kita, manusia-manusia ini. Begitu juga dengan iblis-iblis jahat penghuni kegelapan, mereka juga tahu persis betapa mulianya kita. Satu-satunya yang sering tidak mengerti akan tingginya harga itu adalah kita, manusia itu sendiri. Manusia sering tidak mengetahui betapa mulianya ia dicipta. Bahkan tidak jarang, karena kebodohannya, manusia menukar kemuliannya dengan sesuatu yang sama sekali tidak berharga.”

Azarya melemparkanpandanga nnya kearah tumpukan kotoran hewan didekatnya, lalu meneruskan perkataannya. “Jadi mulai saat ini, jangan biarkan apapun, siapapun, bahkan hidup ini, mendustai kalian, dan membuat kalian seolah-olah sesuatu yang tidak berharga.”

Sang Guru menarik nafas panjang, lalu berteriak lantang, ” Karena kalian jauh lebih mulia dari ribuan keping telenta emas !!”.