18 Oktober 2010

Kambing Qurban Terakhir


Sahabat, cerita ini adalah kisah dari sahabat kami semoga bermanfaat.


Kuhentikan mobil tepat di ujung kandang tempat berjualan hewan Qurban. Saat pintu mobil kubuka, bau tak sedap memenuhi rongga hidungku, dengan spontan aku menutupnya dengan saputangan.
Suasana di tempat itu sangat ramai, dari para penjual yang hanya bersarung hingga ibu-ibu berkerudung Majelis Taklim, tidak terkecuali anak-anak yang ikut menemani orang tuanya melihat hewan yang akan di-Qurban-kan pada Idul Adha nanti,

sebuah pembelajaran yang cukup baik bagi anak-anak sejak dini tentang pengorbanan Nabi Allah Ibrahim & Nabi Ismail.

Aku masuk dalam kerumunan orang-orang yang sedang bertransaksi memilih hewan yang akan di sembelih saat Qurban nanti.
Mataku tertuju pada seekor kambing coklat bertanduk panjang, ukuran badannya besar melebihi kambing-kambing di sekitarnya.

" Berapa harga kambing yang itu pak ?" ujarku menunjuk kambing coklat tersebut.

" Yang coklat itu yang terbesar pak. Kambing Mega Super dua juta rupiah tidak kurang" kata si pedagang berpromosi matanya berkeliling sambil tetap melayani calon pembeli lainnya.

" Tidak bisa turun pak?" kataku mencoba bernegosiasi.

" Tidak kurang tidak lebih, sekarang harga-harga serba mahal" si pedagang bertahan.

" Satu juta lima ratus ribu ya?" aku melakukan penawaran pertama

" Maaf pak, masih jauh." ujarnya cuek.

Aku menimbang-nimbang, apakah akan terus melakukan penawaran terendah berharap si pedagang berubah pendirian dengan menurunkan harganya.

" Oke pak bagaimana kalau satu juta tujuh ratus lima puluh ribu?" kataku

" Masih belum nutup pak " ujarnya tetap cuek

" Yang sedang mahal kan harga minyak pak. Kenapa kambing ikut naik?" ujarku berdalih mencoba melakukan penawaran termurah.

" Yah bapak, meskipun kambing gak minum minyak. Tapi dia gak bisa datang kesini sendiri..betul kan pak
Tetap saja harus di angkut mobil pak, dan mobil bahan bakarnya bukan rumput" kata si pedagang meledek.

Dalam hati aku berkata, alot juga pedagang satu ini. Tidak menawarkan harga selain yang sudah di kemukakannya di awal tadi. Pandangan aku alihkan kekambing lainnya yg lebih kecil dari si coklat. Lumayan bila ada perbedaan harga lima ratus ribu.....
Kebetulan dari tempat penjual kambing ini, aku berencana ke toko ban mobil.Mengganti ban belakang yang sudah mulai terlihat halus tusirannya. Kelebihan tersebut bisa untuk menambah budget ban yang harganya kini selangit.

" Kalau yang belang hitam putih itu berapa bang?" kataku kemudian

" Nah yang itu Super biasa. Satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah" katanya

Belum sempat aku menawar, di sebelahku berdiri seorang kakek menanyakan harga kambing coklat Mega Super tadi. Meskipun pakaian "korpri" yang ia kenakan lusuh, tetapi wajahnya masih terlihat segar.

" Gagah banget kambing itu. Berapa harganya mas?" katanya kagum

" Dua juta tidak kurang tidak lebih kek." kata si pedagang setengah malas menjawab setelah melihat penampilan si kakek.

" Weleh larang men regane (mahal benar harganya) ?" kata si kakek dalam bahasa Purwokertoan
" bisa di tawar-kan ya mas ?" lanjutnya mencoba negosiasi juga.

" Cari kambing yang lain aja kek. " si pedagang terlihat semakin malas meladeni.

" Ora usah (tidak) mas. Aku arep sing apik lan gagah Qurban taun iki (Aku mau yang terbaik dan gagah untuk Qurban tahun ini)...
Duit-e (uangnya) cukup kanggo (untuk) mbayar koq mas." katanya tetap semangat seraya mengeluarkan bungkusan
dari saku celananya. Bungkusan dari kain perca yang juga sudah lusuh itu dibukanya, enam belas lembar uang seratus ribuan dan sembilan lembar uang lima puluh ribuan dikeluarkan dari dalamnya.

" Iki (ini) dua juta rupiah mas. Weduse (kambingnya) dianter ke rumah ya mas?" lanjutnya mantap tetapi tetap bersahaja.

Si pedagang kambing kaget, tidak terkecuali aku yang memperhatikannya sejak tadi.
Dengan wajah masih ragu tidak percaya si pedagang menerima uang yang disodorkan si kakek, kemudian di hitungnya perlahan lembar demi lembar uang itu.

" Kek, ini ada lebih lima puluh ribu rupiah" si pedagang mengeluarkan selembar lima puluh ribuan..

" Ora ono ongkos kirime tho...?" (Enggak ada ongkos kirimnya ya?) si kakek seakan tahu uang yang diberi kannya berlebih

" Dua juta sudah termasuk ongkos kirim" si pedagang yg cukup jujur memberikan lima puluh ribu ke kakek
" mau di antar ke mana mbah?" (tiba-tiba panggilan kakek berubah menjadi mbah)

" Alhamdulillah, lewih (lebih) lima puluh ribu iso di tabung neh(bisaditabung lagi)" kata si kakek sambil menerimanya
" tulung anterke ning deso cedak kono yo (tolong antar ke desa dekat itu ya), sak sampene ning mburine (sesampainya di belakang) Masjid Baiturrohman,
takon ae umahe (tanya saja rumahnya) mbah Sutrimo pensiunan pegawe Pemda Pasir Mukti,
InsyaAllah bocah-bocah podo ngerti (InsyaAllah anak-anak sudah tahu)."

Setelah selesai bertransaksi dan membayar apa yang telah di sepakatinya, sikakek berjalan ke arah sebuah sepeda tua yang di sandarkan pada sebatang pohon pisang, tidak jauh dari X-Trail Mobil Nissanku tahun 2006

Perlahan di angkat dari sandaran, kemudian dengan sigap di kayuhnya tetap dengan semangat.

Entah perasaan apa lagi yang dapat kurasakan saat itu, semuanya berbalik ke arah berlawanan dalam pandanganku.

Kakek tua pensiunan pegawai Pemda yang hanya berkendara sepeda engkol, sanggup membeli hewan Qurban yang terbaik untuk dirinya.

Aku tidak tahu persis berapa uang pensiunan PNS yang diterima setiap bulanoleh si kakek

Yang aku tahu, di sekitar masjid Baiturrohman tidak ada rumah yang berdiri dengan mewah, rata-rata penduduk sekitar desa Pasir Mukti hanya petani dan para pensiunan pegawai rendahan.

Yang pasti secara materi, sangatlah jauh di banding peng hasilanku sebagai Manajer perusahaan swasta asing.
Yang sanggup membeli rumah di kawasan cukup bergengsi.
Yang sanggup membeli kendaraan roda empat yang harga ban-nya saja cukup membeli seekor kambing Mega Super.

Yang sanggup mempunyai hobby berkendara moge (motor gede) dan memilikinya..

Yang sanggup membeli hewan Qurban dua ekor sapi sekaligus..
Tapi apa yang aku pikirkan?
Aku hanya hendak membeli hewan Qurban yang jauh di bawah kemampuanku yang harganya tidak lebih dari service rutin mobil X-Trail, kendaraanku didunia fana.

Sementara untuk kendaraanku di akhirat kelak, aku berpikir seribu kali saat membelinya.

Ya Allah, Engkau yang Maha Membolak-balikan hati manusia balikkan hati hambaMu yang tak pernah berSyukur ini ke arah orang yang pandai menSyukuri nikmatMu..Amin ya Robb

10 Oktober 2010

Warisan Orang Terkaya Di Dunia Kepada Anaknya



Manusia terkaya di dunia 2008, Warren Buffet, memanggil ke 3 anaknya sebelum merelakan US$31 milyar untuk disumbangkan ke yayasan sosial. Terjadi "transfer of wealth" dgn penyerahan hak yg luar biasa.

Siapa saja anaknya ?

1. Howard Graham Buffet : Bussinessman, politikus, ahli agriculture, photograper, pekerja konservatori (perlindungan hewan) dan penulis buku

2. Peter Buffet : Musikus, Komposer dan produser lagu/film

3. Susie Buffet : Pengelola Buffet foundation

Ke 3 anaknya ini semua bekerja dan tidak ada yang menganggur menikmati harta orang tuanya yang berlimpah. Ketiganya setuju, melepas sebagian besar hak waris mreka kepada badan sosial untuk kemanusiaan.

Mengapa warren buffet melakukan hal ini ?
Harta yang seharusnya dapat di wariskan lebih ke anak-anaknya tetapi dia memutuskan untuk memberikan sebagian besarnya justru kepada badan sosial ?

Warren buffet berkata :
"I Want to give my kids JUST ENOUGH, so they would feel that they could DO ANYTHING, but NOT SO MUCH, that they would feel like DOING NOTHING"

"Saya mau memberikan kepada anak-anak saya secukupnya saja, sehingga mereka merasa masih perlu melakukan segalanya, tetapi tidak terlalu banyak supaya mereka tidak merasa tak perlu lagi melakukan apa-apa "

Manusia terkaya di dunia ini tidak hanya berhasil membangun dan mewariskan kekayaan secara fisik, tetapi berhasil mewariskan nilai-nilai yang benar tentang kekayaan kepada anak-anaknya, yang rela melakukan penyerahan hak waris atas kekayaan ayahnya kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

Apa yang akan kita wariskan ke anak-anak kita ?...semoga nilai-nilai mulia yang sama...

20 September 2010

MONYET Vs ANGIN


Suatu ketika terjadilah taruhan antara monyet dan angin. Monyet berkata sesumbar bahwa angin tidak akan sanggup menjatuhkan dirinya dari atas pohon. Karena merasa ditantang sekaligus penasaran, anginpun setuju. Tanpa banyak cakap angin segera mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk meniup monyet agar segera terhempas ketanah. Tapi aneh, semakin kuat angin bertiup, semakin erat pula monyet berpegangan pada pohon. Angin kelelahan, sejauh ini ia gagal. Sedangkan lawannya, Si Monyet berteriak kegirangan sambil berjingkrak-jingkrak mengejek. Untunglah angin tidak menyerah. Ia memutuskan untuk mengubah strategi penyerangan. Jika tadi ia menggunakan ‘kekerasan’ kini anginpun bertiup sepoi-sepoi basa. Karena merasa akan segera memenangkan pertandingan, monyetpun lengah. Ia tidak menyadari penyerangan diam-diam yang dilakukan oleh lawan. Tidak lama kemudian, kelopak matanya mulai terasa berat. Rupanya angin sepoi-sepoi ini telah membuat ia mengantuk. Beberapa saat berlalu, hingga rasa kantuk tak tertahan lagi olehnya, dan akhirnya…gubraaakkk !!! Si Monyetpun tersungkur, jatuh ditanah.

03 September 2010

Menjadi Seperti Elang

 
Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia, dapat mencapai 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur itu seekor elang harus membuat keputusan besar pada umurnya yang ke 40.

Saat umur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga menyulitkan saat terbang. Saat itu, ia hanya mempunyai 2 pilihan: Menunggu kematian atau menjalani proses transformasi yang menyakitkan selama 150 hari.

Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal di sana selama proses berlangsung.

Pertama, ia harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, dan kemudian menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yg baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan.

5 bulan kemudian, bulu yang baru sudah tumbuh. Ia mulai dapat terbang kembali.  Dengan paruh dan cakar baru, ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

Dalam kehidupan, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yg Besar untuk memulai sesuatu proses Pembaruan.  Berani  membuang kebiasaan lama yg mengikat, meskipun itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.

Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal baru, kita mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian kita sepenuhnya dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan!

Tantangan terbesar untuk berubah ada di dalam diri sendiri dan kitalah sang penguasa atas diri kita sendiri! Have a great day, Eagle

31 Agustus 2010

Jangan Membentak Ibu!


Seorang nenek2 terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani Anaknya yang sudah
mapan dan berkeluarga.
 
Si ibu bertanya " itu burung apa yg berdiri disana ??"
"Bangau mama" anaknya menjawab dengan sopan.
Tak lama kemudian si ibu bertanya lagi..
" Itu yang warna putih burung apa?"
sedikit kesal anaknya menjawab " ya bangau mama?..."
 
Kemudian ibunya kembali bertanya
" Lantas itu burung apa ?" Ibunya menunjuk burung bangau tadi yg sedang terbang...
 
Dengan nada kesal si anak menjawab "ya bangau mama. kan sama saja!..kok mama gak liat dia terbang!"
 
Air menetes dari sudut mata sang ibu sambil berkata pelan.."Dulu 35 tahun yang lalu aku memangkumu dan menjawab pertanyaan yg sama untukmu sebanyak 10 kali,..
sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali,kamu sudah membentakku 2 kali.."
 
Si anak terhenyak, kemudian tertunduk diam, menyesal...lalu memeluk ibunya.
 
Pernahkah kita memikirkan apa yg telah diajarkan oleh seorang ibu kepada kita?
Sayangilah ibu kita, ibu mertua kita melebihi sayang kita pada suami kita, atau istri kita.
Karena sorga itu ada di telapak kaki ibu.
 
Mohon ampunan jika Anda pernah menyakiti hati ibu...:

26 Agustus 2010

Hati-hati Dalam Menilai dan Mengambil Keputusan


 

Baiklah sekarang kita coba menjawab pertanyaan dibawah ini :

Pertanyaan 1: 
Jika kamu mengetahui seorang wanita hamil, yang sudah memiliki 8 org anak, 3 diantaranya tuli, 2 diantaranya buta, 1 orang keterbelakangan mental, dan wanita tersebut terkena sipilis, apakah anda akan merekomendasikan ia untuk melakukan aborsi?

Bacalah pertanyaan selanjutnya dahulu sebelum melihat jawaban untuk pertanyaan ini.. 

Pertanyaan 2:

Sekarang waktunya utk pemilihan pemimpin dunia baru dan hanya suara anda yang akan dihitung. Berikut ini adalah fakta dari ke tiga kandidat terpilih..

Candidate A -
Bekerja sama dengan politisi yang tidak jujur, dan konsultasi dengan astrologis. Ia memiliki 2 istri. Ia juga merokok dan minum 8 - 10 martini per hari.

Candidate B -
Ia dikeluarkan dari kantor 2x, tidur sampai siang, pemakai opium waktu waktu sekolah dan minum seperempat whiskey tiap malam.

Candidate C -
Ia adalah pahlawan perang, vegetarian, tidak merokok, minum bir kadang-kadang, dan tidak pernah selingkuh.

Kandidat mana yang akan kamu pilih?

Candidate A: Franklin D. Roosevelt.

Candidate B: Winston Churchill.
Candidate C: Adolph Hitler.

Dan perhatikanlah, untuk jawaban untuk pertanyaan aborsi:
Jika jawabanmu IYA, km baru saja membunuh Beethoven. 

Cukup menarik bukan? perhatikan bagaimana pikiran kita sering berbuat salah, dan bagaimana kecenderungan orang mengambil keputusan padahal ia tidak akan tahu bagaimana akhir kejadiannya. Ingatlah kisah Nabi Khidir ketika diprotes nabi Musa saat membunuh anak kecil dan merobohkan bangunan.
Terkadang apa yang sekilas kita pikirkan adalah kebenaran dan kebaikan ternyata faktanya belumlah tentu sesuai. Karena pengetahuan kita terbatas, maka berhati-hatilah dalam menilai sesuatu dan hindari prasangka. karena penilaian yang  salah akan menyebabkan pengambilan keputusan yang fatal.




24 Agustus 2010

Ada Tetesan Setelah Tetesan Terakhir


Pasar malam dibuka di sebuah kota . Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.
Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini.
Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping.

Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir.

‘Hingga tetes terakhir’, pikirnya.

Manusia kuat lalu menantang para penonton: ‘Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!’
 

Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras… dan menekan sisa jeruk… tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum sambil berkata : ‘Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?’

Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. ‘Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung.’ Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.

Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras… dan ‘ting!’ setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung.

Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.

Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, ‘Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu.

Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?’

‘Begini,’ jawab wanita itu, ‘Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku.

Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku’.
Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan.

Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes rezeki dari Tuhan untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan rahmat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada Tuhan yang senantiasa mengasihiku. Dan betapa seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerima hal tersebut. Terus berusaha dan bersyukurlah!


22 Agustus 2010

PIKIRAN YANG MEMBENTUK HIDUP KITA





Tina berteriak dengan histeris dan melompat terkejut ketika menemukan bahwa ada tikus melewati dirinya. Ia terlihat shock dan mengigil menemukan sebuah tikus melewati dirinya kurang dari 1 meter. Tikus tersebut merupakan tikus rumah berwarna hitam yang terkadang kita temukan di jalan ketika hari menjelang malam.

Mengapa ia sangat takut melihat tikus berada di dekatnya? Tikus tersebut tidak mengigitnya atau berlari ke arah kakinya.. Namun anehnya, ia shock seperti orang yang benar-benar mengalami ketakutan yang besar. Tikus tersebut membuat takut dirinya tetapi tikus yang sama tidak memberikan ketakutan apapun kepada saya ataupun teman-teman saya yang lain.

Banyak orang menjalani hidup dengan sebuah pandangan yang salah terhadap sesuatu. Mereka melihat masalah yang sebetulnya tidak eksis. Mereka merasa seperti ketakutan ketika mereka baik-baik saja dan mereka melihat hal kecil dan membesarkannya sehingga menjadi krisis besar.

Ingat "Perception is reality". Cara Pandang adalah sebuah realitas. Seperti cerita diatas, bukanlah tikus tersebut yang salah. Tidak ada yang salah sama sekali dengan tikus tersebut. Namun, cara pandang terhadap tikus tersebut bagi diri masing-masinglah yang berbeda. Tina melihat tikus sebagai ancaman besar bagi kehidupannya.

Tetapi banyak orang tidak mengerti akan hal ini. Mereka cenderung berpikir bahwa itu adalah tentang "apa yang ada diluar" ... sesuatu yang datang kepada mereka yang membuat mereka bangkrut, sakit, tidak bahagia, tidak sehat... Anda mendapatkan idenya bukan?

Mereka tidak tahu mengenai "5 Kata Magis"

PIKIRAN ANDA MEMBENTUK HIDUP ANDA.
Dengarkan baik-baik. Apa yang Anda lihat di dalam hidup (di dunia diluar) diciptakan oleh apa yang Anda LIHAT di dalam dunia Anda terlebih dahulu (apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda rasakan, dan apa yang Anda visualisasikan dalam pikiran Anda).

Jadi jikalau Anda melihat di dalam kehidupan, Anda merasa seperti Anda tidak maju, merasa bahwa Anda selalu bangkrut atau Anda tidak dapat mendapatkan kesuksesan yang Anda inginkan.. Anda harus merubah BAGAIMANA cara Anda memandang segala sesuatu. Karena ketika Anda mengubah cara pandang Anda terhadap segala sesuatu, segala sesuatu yang Anda lihat akan berubah.

Maka jikalau lain kali Anda merasa diri Anda di dalam situasi dimana Anda berpikir seperti:
* Ini tidaklah cukup
* Saya tidak sanggup membayar ini
* Saya tidak akan pernah bisa maju
* Saya tidak cukup baik
* Saya tidak bisa menemukan cinta sejati

Sadari bahwa ini adalah masalah "persepsi" dan PILIHAN untuk melihat hidup Anda dalam kesuksesan dan kemakmuran, mengetahui bahwa Anda tidak akan kekurangan sesuatu apapun juga... ini adalah persepsi Anda.
Karena ketika Anda memulai membayangkan apa yang Anda inginkan dibandingkan dengan apa yang tidak Anda inginkan.. Sesuatu yang luar biasa akan terjadi.

Sama seperti cerita diatas, jikalau Anda ingin menghilangkan ketakutan Anda dalam tikus atau segala sesuatu.. Anda harus mencari tahu terlebih dahulu mengapa Anda takut dan rubahlah cara pandang Anda terhadap ketakutan Anda...

12 Agustus 2010

MARI MEMAAFKAN


Seorang Ibu Guru TK mengadakan "permainan". Ibu Guru menyuruh anak-anak tiap murid'nya membawa kantong plastik transparan 1 buah & kentang. Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama org yg dibenci. Sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan harus berapa banyak tergantung jumlah orang yang dibenci.

Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5. Seperti perintah guru mereka, tiap-tiap kentang diberi nama sesuai nama orang yang dibenci. Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap. Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

Ibu Guru: "Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu?"

Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut ke manapun mereka pergi. Guru pun menjelaskan apa arti dari " permainan " yang mereka lakukan.

Ibu Guru: "Seperti itulah kebencian yg selalu kita bawa-bawa apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain.
Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemanapun kita pergi. Itu hanya 1 minggu, bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup ?

Alangkah tidak nyamannya ...

Krn itu, lepaskanlah pengampunan kepada orang yang Anda benci. Karena ketika anda tidak mau mengampuni, anda seperti sedang memegang bola api yang panas. Semakin anda tidak mau melepaskan bola api itu, anda sendiri yang akan merasakan sakitnya. Karena itu tidak ada jalan lain kecuali memberikan pengampunan.

Mari mulai dari sekarang kita saling memaafkan

14 Juni 2010

Betapa Pentingnya Kemampuan Menjual




Apakah Anda mengenal Van Gogh dan Pablo Picasso? keduanya adalah pelukis terkenal yang lukisannya laku terjual 40 - 50 milyar. Van Gogh dia adalah salah seorang pelukis ternama sepanjang sejarah. Salah satu lukisan Van Gogh yang berjudul L' Arlesienne, Madame Ginoux terakhir bisa laku USD40 juta. Namun,tahukah Anda bahwa seumur hidupnya dia tidak bisa menjual satu lukisan sekali pun.

Begitu miskinnya sampai dia harus membeli bensin untuk kendaraannya dengan menukarkan salah satu lukisan (yang kini mungkin sudah bernilai miliaran rupiah ). Sebegitu parah sampai akhirnya seumur hidup dia tidak menikah. Van Gogh pernah mencoba berpacaran dengan seorang wanita, tapi ditolak. Van gogh pernah menaksir seorang pelacur dan ternyata sang pelacur pun menolak saat diajak menikah. Apa yang terjadi?  Van Gogh mencoba memotong telinganya kemudian membungkusnya dengan sapu tangan dan menyerahkan telinga itu kepada pelacur tersebut sebagai tanda bukti cintanya. Tapi, apa yang terjadi?

Ternyata pelacur itu justru ketakutan dan tidak mau menerimanya. Pernahkah Anda tahu seorang bernama Pablo Piccaso? Yang lukisannya (secara pandangan masyarakat awam) mungkin relatif kurang bagus dibandingkan lukisan Van Gogh? Namun, Pablo Piccaso sangat ahli dalam menjual.Dia sering menggelar pameran di hotel-hotel terkenal dengan mengundang gubernur, artis-artis terkenal, dokter, pengusaha,dan orang-orang terkenal lain.Pada saat itu,seorang artis mau hadir (mungkin pertama-tama bukan karena lukisan Pablo Piccaso), tapi antara lain karena ingin bertemu gubernur, dokter ingin bertemu artis, pengusaha ingin bertemu gubernur, dan seterusnya, sehingga akhirnya banyak kalangan berkelas yang hadir dalam berbagai acara pameran lukisannya.

Pablo mengundang satu per satu tamu untuk melihat lukisannya di suatu tempat eksklusif tertentu, kemudian dia bertanya kepada tamu istimewa itu. "Bapak adalah dokter bedahpertamayang saya beri kesempatan untuk melihat dan menilai karya seni saya,kirakira berapa harga lukisan ini yang layak untuk Anda?"Tentu saja orang-orang yang mempunyaistatusekonomidan sosial yang tinggi tersebut akan memberikan nilai yang tinggi terhadap lukisan itu. Demikian seterusnya,semua tamu undangan diundang secara eksklusif dan diminta komentar serta perkiraan harganya.

Setelah itu mereka dikumpulkan oleh Pablo Piccaso untuk dipertemukan dalam forum dan diberitahukan berapa harga yang diberikan pada lukisannya oleh para tamunya.Karena lukisannya hanya satu, terjadilah persaingan di antara paratamuundanganuntukdapatmemberikan harga setinggi mungkin pada lukisan tersebut agar dapat memilikinya.

Dengan demikian Pablo mampu mendapatkan harga yang tinggi dari setiap lukisan. Karena begitu pandai menjual, kendati lukisannya kurang menarik, Pablo berhasil menjual begitu banyak lukisan dengan harga tinggi.Dia akhirnya mampu menjadi pelukis terkaya pada saat masih hidup.Salah satu lukisannya yang berjudul Dora Maar with Catkini diperkirakan bernilai USD50 juta.Lantas,karena begitu ahlinya,baik dalam menjual lukisan maupun "menjual diri",dia berhasil meyakinkan istrinya sehingga mempunyai istri simpanan tanpa membuat istri pertamanya marah.

Pelajarannya adalah, tidak peduli seberapa bagus produk Anda,tidak peduli sampai Anda memotong telinga, kalau Anda tidak tahu cara menjual, produk atau diri Anda tidak akan laku. Kemampuan menjual tidak hanya untuk para marketing bahkan seorang nabi dan rasulpun harus memiliki kemampuan "menjual" agar umatnya mau bertakwa kepada Tuhannya. Mari kita belajar "menjual" sejak dini, minimal ide dan gagasan kita agar hidup menjadi lebih baik.